Senin, 09 Desember 2013

APPMI-IPPMI: Sebuah Cerita Kelahiran

Proses Lahirnya APPMI dan IPPMI di Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi


Pertemuan jurusan dan seminar nasional PMI merupakan rangkaian kegiatan yang secara substansi berkaitan dengan kegiatan penguatan dan pengembangan jurusan. Kegiatan ini dimaksudkan agar bisa menjadi sarana perbaikan bagi jurusan PMI UIN Jakarta sendiri maupun PMI di UIN/IAIN atau PT swasta lain di Indonesia.
Pertemuan Jurusan

Kegiatan diawali dengan pertemuan jurusan. Di mana acara diagendakan untuk:

1.    Mengokohkan kelembagaan yang bisa mengakomodir keahlian pengembangan masyarakat; dan

2.    Membentuk perkumpulan yang terkait dengan para pengelola pendidikan pengembangan masyarakat.Pertemuan dihadiri oleh beberapa jurusan yang memang sejak awal komitmen untuk memajukan jurusan PMI di Indonesia.
       
Acara terlebih dahulu dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Dr. Arief Subhan, MA.  Dekan menjelaskan kronologis lahirnya jurusan PMI dalam konteks Dakwah di ilmu dakwah di Indonesia.

Selanjutnya  acara dilanjutkan untuk membentuk kelembagaan PMI tersebut. Sebelum acara pembentukan dilakukan, terlebih dahulu ada presentasi dari Dr. (cand) Rosita Tandos  M.ComDev mengenai pentingan PMI mengembangkan diri dan memasuki era baru yang semakin dinamis. Presentasi dan diskusi cukup baik dan “seru”, terutama menyangkut kepentingan PMI di masa mendatang.

Setelah diskusi yang cukup alot tersebut, maka disepakati bahwa ada bentuk kelembagaan yang harus dihadirkan, yaitu:

1.    Lembaga yang menekankan pada profesi pengembang masyarakat. Nama yang disepakati adalah IPPMI (Ikatan Profesi Pengembang Masyarakat Indonesia).

Keputusan membuat IPPMI dengan kata Indonesia di depannya dikarena beberapa alasan berikut:

a)    Organisasi profesi diperlukan untuk membantu para pengembang masyarakat di Indonesia agar mendapatkan pengakuan akan kapasitasnya.

b)    Organisasi profesi ini memiliki distingsi yang tegas dan kuat dengan organisasi Pekerja Sosial atau Ikatan Profesi Pekerja Sosial Indonesia (IPPSI). Distingsi tersebut terletak pada berbagai hal, mulai dari arena tempat bekerja/ berkiprah, sampai kepada keilmuan yang mendukungnya.

c)    IPPMI juga diorientasikan untuk menjadi pendukung yang bersifat pengembangan keilmuan pengembangan masyarakat.

d)    IPPMI mengusung kata Indonesia agar bisa mengakomodasi para professional pengembang masyarakat yang bukan alumni PMI. Dan ternyata ketika hari kedua berlangsung seminar, para professional dari IPB dan UNS siap bergabung dengan organisasi ini.

2.    Lembaga yang berkiprah pada penyelenggaraan pendidikannya, yaitu APPMI (Asosiasi Pendidikan Pengembang Masyarakat Islam).

Sedangkan keputusan membuat lembaga kedua, APPMI dikarenakan ada kesadaran struktural dan cultural bahwa masalah ke-PMI-an itu terkait dengan kelembagaan penyelenggaraan pendidikannya.

Acara berlangsung sampai hampir tengah malah (11.30). Dan karena akan dilanjutkan besok, sementara peserta beristirahat melintasi malam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar